Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) dipercaya
menjadi tuan rumah Rapat Pra-Semirata Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri
(BKS PTN) Wilayah Barat Bidang Pertanian yang berlangsung pada 2–5 Februari
2026. Agenda ini menjadi langkah awal menuju Semirata 2026 yang akan digelar di
Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Fokus utama kegiatan adalah merumuskan
strategi, memperkuat kerja sama riset, serta mendorong inovasi pertanian yang
akan dibahas lebih lanjut dalam forum Semirata.
Rektor UNSIKA, Prof. Dr. Ade Maman Suherman, SH., M.Sc.
mengucapkan rasa syukur dan kebanggaan karena Universitas Singaperbangsa
Karawang mendapat kehormatan menjadi tuan rumah kegiatan Pra-Semirata bidang
ilmu pertanian tahun 2026 ini. Selain itu rektor menegaskan Pra-Semirata bukan
sekadar forum rutin, melainkan ruang strategis untuk merumuskan gagasan besar
dan arah masa depan pertanian Indonesia: bagaimana riset, inovasi, dan
kebijakan dapat bersinergi untuk menjawab tantangan zaman. Melalui Pra-Semirata
ini, diharapkan Karawang dapat berkembang menjadi salah satu pusat inovasi
pertanian di Indonesia.
Dekan Fakultas Pertanian UNSIKA, Prof. Dr. Ir. Sulistyo Sidik
Purnomo, M.Si, menegaskan komitmen UNSIKA dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, Pra-Semirata merupakan agenda rutin sebelum Semirata, dan tahun ini
UNSIKA mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah. Ia berharap forum ini
menghasilkan program strategis yang memberi dampak nyata bagi pengembangan
pertanian, khususnya di Karawang.
Sulistyo menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah
mengarahkan pengembangan komoditas padi dan rumput laut. UNSIKA mendorong agar
komoditas tersebut masuk dalam agenda kebijakan BKS PTN Wilayah Barat. Untuk
itu, UNSIKA telah membentuk tim kolaboratif bersama pemerintah daerah, dinas
terkait, industri, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna
merumuskan langkah konkret pengembangan beras unggulan Karawang. Hasil kajian
tim nantinya akan direkomendasikan kepada pemerintah daerah agar pembangunan
pertanian lebih terarah dan sinergis.
Karawang, lanjutnya, memiliki potensi besar dengan wilayah
utara berbasis pertanian dan selatan berbasis industri. Tantangan ke depan
adalah mengintegrasikan keduanya melalui penerapan pertanian presisi berbasis
teknologi.
Ketua Pelaksana Pra-Semirata, Rommy Andhika Laksono, S.P.,
M.P.,IPM. menambahkan forum ini dihadiri
oleh 21 delegasi dari 24 perguruan tinggi negeri yang tergabung dalam BKS PTN
Wilayah Barat bidang ilmu pertanian. Suatu kehormatan bagi Fakultas Pertanian
UNSIKA ditunjuk sebagai tuan rumah kegaitan tersebut. Selain itu forum ini
menjadi wadah strategis untuk merumuskan inovasi pertanian yang adaptif
terhadap perkembangan teknologi. Pertanian modern, menurutnya, harus
beradaptasi dengan kecerdasan buatan, smart farming, serta kolaborasi
pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan
media.
Rommy juga menekankan bahwa Pra-Semirata sejalan dengan upaya
memperkuat ketahanan pangan nasional, di mana perguruan tinggi berperan sebagai
pusat riset dan penyebaran inovasi kepada Masyarakat.
Humas Unsika
Helpdesk : 0811-8881-0909
