Dosen Unsika Olah Limbah Kulit Kopi Jadi Briket: Inovasi Berdampak yang Dorong Kemandirian Energi dan Ekonomi Petani Kopi di Medalsari, Karawang

Karawang — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) menggelar pelatihan pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi briket biomassa bersama Kelompok Petani Kopi Purnama di Desa Medalsari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Kegiatan Pengabdian dilakukan pada 26 Juli 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi serta menghadirkan inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan nilai ekonomi limbah pertanian sekaligus mendorong kemandirian energi masyarakat desa. 

Sebanyak 17 anggota Kelompok Petani Kopi Purnama yang dipimpin oleh Bapak Dimyati mengikuti pelatihan dengan antusias. Selama ini, limbah kulit kopi hasil pengolahan pascapanen umumnya dibiarkan menumpuk tanpa memberikan nilai tambah. Melalui pendekatan riset berbasis pertanian dan industri ini, limbah diubah menjadi bahan baku energi alternatif yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai jual yang berdampak positif pada pendapatan petani.

Program pengabdian yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat ini dipimpin oleh Nurul Amri Komarudin, S.Si., M.Si. sebagai ketua tim, dengan anggota tim Selly Arvinda Rakhman, S.Si., M.Sc. dan Dr. Kusnadi, S.T., M.T., serta menghadirkan Jojo Sumarjo, S.T., M.T. sebagai narasumber ahli teknik mesin untuk memberikan pelatihan teknis penggunaan mesin pengolah briket.

Ketua Tim Pengabdian UNSIKA, Nurul Amri Komarudin, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen kampus dalam mengarahkan riset pertanian dan industri agar memberikan dampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, arah riset UNSIKA di bidang pertanian difokuskan pada penerapan ekonomi sirkular dan optimalisasi hasil pascapanen, sementara sektor industri diarahkan pada pengembangan teknologi tepat guna dan energi terbarukan. Inovasi ini sengaja dirancang agar berdampak nyata bagi petani. Limbah kulit kopi yang selama ini menumpuk dan mencemari lingkungan kini memiliki nilai tambah. Hal ini sejalan dengan arah riset pertanian dan industri UNSIKA yang berfokus pada hilirisasi teknologi tepat guna yang berdampak pada kemandirian ekonomi serta energi masyarakat, 

Dalam sesi penyampaian materi, Ketua Tim Pengabdian Unsika, Nurul Amri Komarudin, menegaskan pentingnya program yang berdampak keberlanjutan. "Limbah kulit kopi memiliki potensi besar untuk diolah menjadi briket biomassa. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, inovasi terapan ini secara langsung berdampak pada pembukaan peluang usaha baru bagi petani. Petani tidak hanya memperoleh pendapatan dari penjualan kopi, tetapi juga dari produk turunannya," jelas Nurul.

Sementara itu, Jojo Sumarjo, S.T., M.T. memberikan pelatihan mengenai pengoperasian mesin pengolah briketmulai dari pencacahan, pencampuran perekat, pencetakan, hingga pengeringan. Pelatihan teknis berbasis industri terapan ini dirancang agar berdampak pada kemandirian produksi para petani secara langsung di lapangan. Untuk memastikan program ini memberikan dampak yang terukur, mahasiswa yang tergabung dalam tim pengabdian turut membantu pelaksanaan pre-test dan post-test kepada seluruh peserta. Evaluasi ini dilakukan guna mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani, sehingga keberhasilan dan dampak pelatihan dapat dievaluasi secara objektif.

Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap keberlanjutan program yang berdampak panjang, Tim Pengabdian Unsika menyerahkan unit peralatan pengolahan briket kepada Ketua Kelompok Petani Kopi Purnama, Bapak Dimyati. Bantuan peralatan ini diharapkan berdampak pada lahirnya unit usaha baru berbasis biomassa di tingkat kelompok tani.

Ketua Kelompok Petani Kopi Purnama, Dimyati, menyampaikan apresiasinya atas hadirnya akademisi Unsika. Menurutnya, program ini sangat berdampak dalam membuka wawasan petani bahwa limbah yang dulunya dianggap tak berguna ternyata mampu diolah menjadi produk bernilai tinggi. Inovasi ini mempertegas langkah Unsika dalam memadukan arah riset pertanian modern dan teknologi industri untuk menghasilkan karya ilmiah yang berdampak langsung bagi kemandirian energi dan kesejahteraan masyarakat. Ke depan, Unsika akan terus mengawal riset-riset aplikatif di sektor pertanian dan industri agar terus menghadirkan solusi nyata yang berdampak bagi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Karawang dan sekitarnya. 










Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi melalui program Hibah Kompetitif Nasional BIMA – Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan Nomor Kontrak 190/C3.DT.05.00/PM/2026. Dukungan hibah ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendorong peran perguruan tinggi untuk memberdayakan masyarakat desa sekaligus menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Humas Universitas Singaperbangsa Karawang

Jl. HS. Ronggowaluyo, Telukjambe Timur, Karawang 

Helpdesk : 0811-8881-0909

Email : info@unsika.ac.id