Karawang, 12 Agustus 2026 — Pusat Pengembangan dan Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) menyelenggarakan kegiatan hilirisasi hasil riset dengan tema “Hilirisasi Hasil Riset dan Pengembangan Skill Penyuluh dan Kelompok Tani Menuju Pertanian Hijau” di kantor UPTD Pertanian Kecamatan Karawang Barat. Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari kelompok tani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Acara dibuka
oleh Kepala UPTD Kecamatan Karawang Barat, Ibu Puspita Endah, SE., didampingi
oleh Kepala Pusat TTG LPPM UNSIKA, Rommy Andhika Laksono, SP., MP., IPM. Dalam
sambutannya, Puspita menegaskan bahwa kegiatan ini sangat penting dan
dibutuhkan oleh petani untuk meningkatkan usaha tani melalui pemanfaatan hasil
riset perguruan tinggi negeri UNSIKA, serta berharap kegiatan serupa dapat
lebih sering digelar agar manfaat riset semakin dirasakan masyarakat tani.
Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Karawang, Rini Dwi, STP., MP.,
menambahkan bahwa penyuluh dan petani membutuhkan inovasi dari dunia kampus
untuk menyelesaikan permasalahan pertanian sehingga mampu meningkatkan
pendapatan usaha tani.
Kepala Pusat TTG LPPM UNSIKA, Rommy Andhika Laksono, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menguatkan peran UNSIKA sebagai pusat inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat Karawang sekaligus memfasilitasi hasil riset dosen agar dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, UNSIKA menampilkan dua inovasi unggulan, yaitu pompa air sawah bertenaga surya hasil riset Fakultas Teknik serta sistem hidroponik vertikal tenaga surya bernama SHIATUN dari Fakultas Pertanian yang telah memperoleh paten dan dapat digunakan di lahan sempit untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Selain
memberikan manfaat teknis, kegiatan ini juga membawa dampak sosial dan ekonomi
yang signifikan. Dari sisi sosial, kegiatan ini memperkuat sinergi antara
perguruan tinggi, penyuluh, dan petani, sehingga tercipta komunikasi yang lebih
efektif dan kolaborasi yang berkelanjutan dalam mengatasi tantangan pertanian.
Petani dan penyuluh memperoleh pengetahuan baru yang meningkatkan kepercayaan
diri mereka dalam mengadopsi teknologi modern. Dari sisi ekonomi, penerapan
inovasi seperti pompa air tenaga surya dan sistem hidroponik SHIATUN berpotensi
menekan biaya operasional, meningkatkan efisiensi energi, serta melipatgandakan
produktivitas usaha tani. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan
petani, membuka peluang usaha baru berbasis teknologi pertanian, dan memperkuat
ketahanan pangan lokal.