Terengganu, Malaysia. Fakultas Hukum Universitas Singaperbangsa Karawang (FH Unsika) melaksanakan kegiatan Visiting Lecturer dan ASEAN Classroom Program dalam rangkaian Conference on Malaysia-Indonesia Legal and International Issues and ASEAN Classroom Program yang berlangsung pada 1–3 September 2026 di Fakulti Pengajian Maritim, Universiti Malaysia Terengganu (UMT), Malaysia.
Kegiatan ini merupakan langkah FH Unsika untuk memperkuat kerja sama internasional dan memperluas jejaring akademik di kawasan ASEAN. Kegiatan ini mendukung ruang pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Malaysia dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama dalam bidang pendidikan berkualitas, kemitraan global, dan penguatan institusi melalui kolaborasi akademik lintas negara.
Pada hari
pertama, delegasi FH Unsika dan Fakulti Pengajian Maritim UMT melaksanakan sesi
pengenalan institusi yang mencakup profil universitas dan fakultas. Dari pihak
FH Unsika, pemaparan disampaikan oleh Dekan Fakultas Hukum Unsika, Dr. Imam
Budi Santoso, S.H., M.H., sedangkan dari pihak UMT disampaikan oleh Timbalan
Dekan (Talent & Research) Fakulti Pengajian Maritim UMT, Prof. Madya
Dr. Masha Nur Salsabiela Binti Menhat. Dalam sesi tersebut, kedua institusi
memperkenalkan profil Universitas Singaperbangsa Karawang dan Universiti
Malaysia Terengganu, termasuk visi dan misi, bidang unggulan, program akademik,
dan capaian dan potensi pengembangan kerja sama di tingkat nasional maupun
internasional. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kontribusi
dan komitmen kedua institusi terhadap pencapaian SDGs, khususnya melalui
penguatan pendidikan berkualitas, pengembangan kemitraan global, serta
kolaborasi akademik yang berkelanjutan.
Dekan FH Unsika menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kerja sama internasional antara FH Unsika dan Fakulti Pengajian Maritim UMT. “Through this activity, we hope to expand our academic network, promote the exchange of knowledge and experience, and create opportunities for collaboration in education, research, and community service. Cooperation between Indonesia and Malaysia, particularly in the field of law, has significant potential for further development,” ujarnya. Lalu, Timbalan Dekan (Talent & Research) Fakulti Pengajian Maritim UMT menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.
Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan ASEAN Classroom Program yang menghadirkan dosen-dosen FH Unsika dan UMT sebagai narasumber. Sesi pertama disampaikan oleh Dekan FH Unsika dengan materi berjudul “Worker Protection and Labour Law in Indonesia.” Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan perkembangan hukum ketenagakerjaan di Indonesia, perlindungan hak-hak pekerja, hubungan industrial, dan berbagai tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan keseimbangan antara kepentingan pekerja dan dunia usaha di tengah dinamika perkembangan ekonomi dan ketenagakerjaan.
Sesi berikutnya disampaikan oleh Wakil Dekan II FH Unsika, Bapak Muhammad Rusli Arafat, S.H.,M.H., menyampaikan materi berjudul “The Basic Ideas of Criminal Law Reform in Indonesia: A Comparative Perspective with Malaysia.” Dalam pemaparannya menjelaskan perkembangan pembaruan hukum pidana di Indonesia serta membandingkannya dengan sistem hukum yang berlaku di Malaysia. Sesi berikutnya disampaikan oleh dosen UMT, Bapak Muhammad Hafizuddin bin Ismail menyampaikan materi berjudul “UNCLOS: Overview of Navigation in Straits Used for International Navigation.” Materi tersebut membahas ketentuan hukum laut internasional berdasarkan United Nations Convention on the Law of the Sea, khususnya mengenai pelayaran di selat yang digunakan untuk pelayaran internasional. Diskusi yang berlangsung menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa dalam memahami dinamika hukum pidana dan hukum laut internasional di Indonesia dan Malaysia. Sesi berikutnya disampaikan oleh dosen FH Unsika, Dheya Rahmawati, S.H., M.H. yang membawakan materi “Madrid System: International Trademark Protection.” Materi ini mengulas sistem pendaftaran merek internasional melalui Madrid System, mekanisme perlindungan merek lintas negara, dan tantangan serta peluang perlindungan kekayaan intelektual dalam era perdagangan global. Topik tersebut menjadi ruang diskusi yang menarik karena relevansinya dengan perkembangan bisnis internasional dan integrasi ekonomi kawasan ASEAN.
Pada hari
ketiga, rangkaian kegiatan akademik dilanjutkan dengan sesi visiting lecturer
yang menghadirkan Ketua Laboratorium FH Unsika, Dr. Wiwin Triyunarti, S.A.P.,
S.H., M.H., sebagai pembicara. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Wiwin Triyunarti,
S.A.P., S.H., M.H., menyampaikan materi
mengenai “Constitutionalism and Good Governance in Indonesia: Recent
Developments and Challenges.” Materi tersebut membahas perkembangan prinsip
negara hukum, tata kelola pemerintahan yang baik, serta berbagai tantangan yang
dihadapi dalam penyelenggaraan pemerintahan modern di Indonesia. Diskusi yang
berlangsung memberikan perspektif komparatif yang bermanfaat bagi mahasiswa dan
akademisi UMT dalam memahami perkembangan hukum tata negara dan hukum
administrasi negara di Indonesia.
Melalui kegiatan
ini, FH Unsika dan UMT memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membuka ruang
pertukaran gagasan dan pengalaman akademik antara Indonesia dan Malaysia.
Kegiatan Visiting Lecturer dan ASEAN Classroom Program diharapkan menjadi
langkah strategis menuju kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan di bidang
pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Sebagai bagian dari
komitmen internasionalisasi perguruan tinggi, FH Unsika akan terus mendorong
berbagai program kolaboratif dengan mitra luar negeri guna meningkatkan
kualitas pendidikan hukum, memperluas wawasan global sivitas akademika, dan
memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan hukum
dan pembangunan di tingkat regional maupun internasional.
Humas Universitas Singaperbangsa Karawang
Jl. HS. Ronggowaluyo, Telukjambe Timur, Karawang
Helpdesk : 0811-8881-0909
Email : info@unsika.ac.id